Mega: Daya Beli dinakikkan, Bukan Harga Dinaikturunkan
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Megawati Soekarnoputri
/
Senin, 23 Maret 2009 | 20:28 WIB
GARUT, KOMPAS.com- Banyak pihak yang salah mengartikan iklan sembako murah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di televisi. Sehingga, seolah-olah PDI-P mengobral janji menurunkan harga-harga kebutuhan pokok.
Demikian diungkapkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri saat berkampanye sekaligus panen padi jenis MSP di Kampung Cirendang, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (23/3).
"Banyak yang salah mengartikan iklan sembako murah itu. Sepertinya PDIP obral janji. Maksud murah di situ adalah dapat dibeli oleh masyarakat. Jadi daya beli masyarakat yang harus ditingkatkan, bukan harga yang dinaik-turunkan. Itulah maksud iklan sembako murah," kata Megawati.
Misalnya, meskipun harga beras Rp 6.000 tetapi jika daya beli masyarakat mencapai Rp 50.000 maka akan terjangkau. Sebaliknya, apabila harga beras Rp 6.000 sementara daya beli masyarakat hanya sampai Rp 3.000 maka tidak akan terjangkau.
Megawati juga menambahkan, ketika dulu ia menjabat sebagai presiden harga-harga kebutuhan pokok murah. Keberhasilan inilah yang seharusnya disosialisasikan oleh kader PDIP kepada masyarakat.
Senin, 23 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar