Megawati Berkampanye dengan Panen Padi di Garut
enin, 23 Maret 2009 | 10:04 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Dewi Indriastuti
GARUT, KOMPAS.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan berkampanye sekaligus panen raya padi MSP di Desa Sukagalih, Garut, Jawa Barat, Senin (23/3).
Kampanye kali ini dalam rangkaian kampanye terbuka Pemilihan Umum Legsilatif 2009. Megawati selanjutnya akan ke lapangan di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk berkampanye.
Saat ini, Megawati sedang dalam perjalanan menuju Garut. Kampanye dan panen padi di Garut dijadwalkan pukul 11.00.
Hindari Kecurangan, Mega Minta Masyarakat Memantau
Minggu, 22 Maret 2009 | 18:02 WIB
MAGELANG, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta agar pada 9 April mendatang, masyarakat membantu mencocokan hasil perolehan suara dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Hal ini perlu dilakukan agar kasus manipulasi DPT seperti yang terjadi dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur beberapa waktu lalu, tidak kembali terjadi.
"Dengan bantuan dari masyarakat ini, maka segala bentuk kecurangan diharapkan bisa terpantau lebih awal, mulai dari TPS," ujar Megawati, saat berorasi di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (22/3). Dalam acara ini, turut hadir pula Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Bupati Magelang Singgih Sanyoto, dan Wali Kota Magelang Fahriyanto. Megawati sendiri didampingi oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.
Untuk mendukung upaya tersebut, seluruh jajaran struktur kepengurusan PDI Perjuangan di daerah juga diinstruksikan berkeliling ke TPS-TPS. Jika memang nantinya masyarakat melaporkan adanya kecurangan, mereka nantinya akan melihat dan mengecek sejauh mana hal itu terjadi.
Megawati mengatakan, protes kerasnya terhadap pemerintah dan KPU, atas kecurangan yang terjadi pada pilgub Jawa Timur, tidak semata-mata karena ingin menjelek-jelekkan siapa pun. Namun, hal ini semata-mata dilakukan karena men ginginkan supaya sistem pemerintahan dibangun dengan proses yang benar dan jujur, sehingga pada akhirnya kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat juga dapat terwujud.
"Kita tidak mungkin mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, jika dalam proses memilih pemimpin saja, sudah dikotori dengan kecurangan," terangnya.
Megawati menerangkan, sistem pemilihan langsung dalam Pemilu memang baru dilaksanakan dua kali ini. Dengan begitu, segala kesulitan dan kekurangan dalam sistem baru ini, selayaknya dimaklumi.
Namun, kecurangan seperti yang terjadi pada pilgub Jawa Timur, jelas bukan hal yang bisa ditolerir lagi. "Pilgub Jawa Timur jelas merupakan ajang pemilihan yang sungguh-sungguh membodohi rakyat," terangnya.
Mengacu pada pengalaman buruk tersebut, Megawati meminta agar aturan dalam Pemilu semakin diperluas. Tidak hanya sekedar tentang tata cara memberikan hak suara, namun diharapkan diterbitkan pula aturan main agar pemilu dapat berlangsung jujur dan adil, tanpa ada kecurangan apa pun.
Selain itu, Megawati juga meminta kepada segenap masyarakat untuk tidak golput. Sebab, setiap suara sangat dibutuhkannya untuk kemenangan PDI Perjuangan dalam pemilu dan kemenangan dirinya menjadi presiden RI. (EGI/IDR)
Sore Ini, Megawati Melayat Sutradara Gintings
Minggu, 22 Maret 2009 | 15:33 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Dewi Indriastuti
CIAMIS, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri akhirnya memutuskan untuk melayat ke rumah fungsionaris PDI-P Sutradara Gintings yang meninggal dunia pada Minggu (22/3) dini hari. Rencananya, sore ini Megawati tiba di rumah duka.
Rencananya, Megawati hari Minggu sore ini ke Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, untuk bertemu dengan nelayan. Kemudian, melanjutkan kampanye ke Garut.
Namun, rencana berubah. Megawati terbang menggunakan pesawat carter jenis Cesna dari Yogyakarta ke Pangandaran. Ia turun sebentar dari pesawat, bertemu dengan keponakannya, Putri Guntur Soekarnoputra alias Puti yang menjadi calon anggota legislatif dari daerah pemilihan yang melingkupi Pangandaran.
Ia sempat bersalaman juga dengan beberapa nelayan. Kemudian, pesawat yang membawanya terbang menuju Halim Perdakusuma, Jakarta, sekitar pukul 15.00.
Senin, 23 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar